Articles by "Doa Pilihan"
Tampilkan postingan dengan label Doa Pilihan. Tampilkan semua postingan

Dahsyatnya Doa Orang Tua untuk Anak

Senjata Mustajab yang Mampu Menembus Langit dan Mengubah Takdir

Doa mempunyai kedudukan yang sangat agung di dalam agama Islam. Doa merupakan senjatanya para nabi, senjata orang-orang beriman, dan merupakan inti dari ibadah. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk senantiasa memohon kepada-Nya:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." (Q.S. Ghofir: 60)

Keutamaan Doa Orang Tua

Kedahsyatan doa akan berlipat ganda jika ia dipanjatkan oleh orang tua untuk anaknya. Hal ini dijelaskan secara tegas dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ ».

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 'Tiga doa yang dikabulkan, tidak diragukan pengabulannya; doanya orang tua (untuk anaknya), doanya seorang musafir dan doanya yang terzhalimi'.” (HR. Abu Daud)

Wahai para orang tua, tunggu apa lagi? Masihkah Anda malas mendoakan anak-anak yang Anda cintai? Sungguh, mereka sangat membutuhkan aliran doa Anda!

Jangan Remehkan Doa!

Doa dapat mengubah apa yang telah ditakdirkan dan mampu melawan bala serta musibah. Rasulullah SAW bersabda:

لا يغني حذر من قدر و الدعاء ينفع مما نزل و مما لم ينزل و إن البلاء لينزل فيتلقاه الدعاء فيعتلجان إلى يوم القيامة

Artinya: "...Doa akan bermanfaat dari sesuatu yang telah terjadi dan dari yang akan terjadi, sesungguhnya bala akan benar-benar turun lalu dihadang oleh doa, lalu keduanya saling dorong mendorong sampai hari kiamat." (HR. Al Hakim)

Kumpulan Doa Mustajab dari Al-Quran & Sunnah

1. Doa Memohon Anak yang Baik (Nabi Zakariyya)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

(Rabbi Habli min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a)

QS. Ali Imran: 38

2. Doa Memohon Keturunan Sholeh (Nabi Ibrahim)

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

(Rabbi habli minash shalihin)

QS. Al-Saffat: 100

3. Doa Penyejuk Hati (Qurrota A'yun)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama)

QS. Al-Furqan: 74

4. Doa Agar Anak Menjaga Shalat

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

(Rabbij ‘alni muqimash shalah wa min dzurriyyati wa taqabbal du’a)

QS. Ibrahim: 40

5. Doa Perlindungan dari Gangguan Syaitan

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

(A’udzu bikalimatillahit tammah wa min kulli syaithanin wa hammah wa min kulli ‘ain lammah)

HR. Bukhari & Muslim

6. Doa Agar Anak Paham Agama & Berkah Hartanya

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ

(Allahumma faqqihhu fid din wa ‘allimhut ta’wil)

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

(Allahumma Aktsir malahu wa waladahu wa barik lahu fima a’thaitahu)

Semoga bermanfaat bagi para orang tua.

Jangan berhenti mendoakan mereka!

Doa Memohon Keberkahan Al-Qur'an 📖 | Indah & Menyentuh Hati

Al-Qur'an adalah cahaya petunjuk, sumber ketenangan, dan harta yang paling mulia bagi umat Islam. Setiap huruf yang dibaca darinya mengandung pahala, rahmat, dan keberkahan yang luar biasa.

Teks Doa dalam Bahasa Arab

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا بِكُلِّ حَرْفٍ مِنَ القُرْآنِ حَلَاوَةً،

وَبِكُلِّ كَلِمَةٍ كَرَامَةً،

وَبِكُلِّ آيَةٍ سَعَادَةً،

وَبِكُلِّ سُورَةٍ سَلَامَةً،

وَبِكُلِّ جُزْءٍ جَزَاءً.

Artinya dalam Bahasa Indonesia

"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami dari setiap huruf Al-Qur'an manisnya,
dari setiap kata kemuliaannya,
dari setiap ayat kebahagiaannya,
dari setiap surat keselamatannya,
dan dari setiap juz ganjarannya."

Makna Doa Ini

Doa ini adalah permohonan agar kita mendapatkan keberkahan dari setiap unsur dalam Al-Qur'an — mulai dari huruf terkecil hingga keseluruhan juz.

Manisnya setiap huruf

Menandakan ketenangan hati, kebahagiaan batin, dan rasa cinta yang tumbuh saat membaca.

Kemuliaan setiap kata

Memohon agar kita dimuliakan Allah melalui pemahaman dan pengamalan isi Al-Qur'an.

Kebahagiaan setiap ayat

Agar setiap ayat yang kita baca membawa ketenteraman dan kebaikan dalam hidup.

Keselamatan setiap surat

Mohon perlindungan dari segala keburukan melalui bacaan surat-surat Al-Qur'an.

Ganjaran setiap juz

Agar kita memperoleh pahala yang besar dan amal yang mengalir hingga akhir hayat.

Keutamaan Membaca dan Mengamalkan Al-Qur'an

مَنْ قَرَأََ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِِ أَمْثَالِهَا

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh." (HR. Tirmidzi)

Doa ini mengingatkan kita bahwa membaca Al-Qur'an bukan hanya soal pahala, tetapi juga soal keberkahan hidup — ketenangan hati, kemuliaan akhlak, keselamatan dunia akhirat, dan kebahagiaan sejati.

Mari Sebarkan dan Amalkan

Bayangkan jika doa ini dihafalkan dan diamalkan setiap kali selesai membaca Al-Qur'an. Betapa besar keberkahannya bagi diri kita dan orang-orang yang kita cintai.

💌 Sebarkan doa ini, karena satu klik bisa menjadi ladang pahala yang mengalir tanpa henti.

Tags:

#DoaAlQuran #KeberkahanAlQuran #MotivasiIslami #DoaHarian #VideoIslami #ShortsIslami

Doa-Doa Agar Terbebas Dari Hutang

Dalam kehidupan sehari-hari adakalanya kita mampu untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan kita sendiri, adakalanya kita tidak mampu dan memerlukan bantuan orang lain, baik berupa hibah yang tidak perlu dikembalikan ataupun dalam bentuk pinjaman hutang yang wajib dikembalikan.

Pengertian Hutang dalam Islam

Dalam bahasa Arab, hutang disebut dengan Al-Qardh yang secara etimologi artinya adalah memotong. Sedangkan, menurut istilah syar'i atau kaidah Islam Al-Qordh memiliki makna memberikan harta dengan dasar kasih sayang kepada siapapun yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar, serta akan dikembalikan lagi kepada yang memberikan. Maka itu ini disebut juga sebagai pinjaman.

Dalil Tentang Hutang

Ajaran Islam sangat memperhatikan aspek muamalah dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah masalah hutang. Islam sangat konsen dalam mengatur hal ini, sehingga kita bisa temukan banyak dalil-dalil yang berkaitan dengan hutang:

1. Jika Meninggal dalam keadaan berhutang

عَنْ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم:" مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ، لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلا دِرْهَمٌ". (رواه ابن ماجه).

Artinya: Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR. Ibnu Majah, Jilid 3, Hal 490, no.2414, Dar Ar-Risalah Al-Alamiyah).

2. Jiwa Orang yang Berhutang Masih Menggantung

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم:"نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ، حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ". (رواه ابن ماجه)

"Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya." (HR. Ibnu Majah, Jilid 3, Hal 489, no.2413, Dar Ar-Risalah Al-Alamiyah).

Doa Utama Terbebas dari Hutang

Disebutkan oleh Abu Sa'id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah.

Beliau kemudian menyapanya, "Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?"

Abu Umamah menjawab, "Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul."

Beliau kembali bertanya, "Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?"

Umamah menjawab, "Tentu, ya Rasul."

Doa yang Diajarkan Rasulullah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Arab-Latin:

'Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a'ûdzu bika minal 'ajzi wal kasal. Wa a'ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a'ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl'.

Artinya:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang."

Abu Umamah menuturkan, "Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi utang," (HR Abu Dawud).

Doa Tambahan

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Artinya:

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, serta cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu," (HR Tirmidzi).

Doa-doa Lain Terkait Hutang

اللَّهمَّ إنِّي أعوذُ بكَ مِن المَأثمِ والمَغرمِ الدَّينِ

Arab-Latin:

"Allahumma inni a'uudzubika minal ma'tsami wal maghramid daini''.

Artinya:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan utang."

Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata:

"Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ وَرَبَّ الأرْضِ وَرَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيءٍ، فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بكَ مِن شَرِّ كُلِّ شَيءٍ أَنْتَ آخِذٌ بنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الأوَّلُ فليسَ قَبْلَكَ شَيءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فليسَ بَعْدَكَ شَيءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فليسَ فَوْقَكَ شَيءٌ، وَأَنْتَ البَاطِنُ فليسَ دُونَكَ شَيءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الفَقْرِ. (رواه مسلم)

Arab-Latin:

"Allahumma robbas-samaawaatis sab'i wa robbal 'arsyil 'azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A'udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba'daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi 'annad-dainaa wa aghninaa minal faqri'."

Artinya:

'Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai 'Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Alquran). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.' (HR Muslim).

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadis tersebut adalah kewajiban pada Allah SWT dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya. Intinya mencakup segala macam kewajiban," (Syarh Shahih Muslim).

Penutup

Semoga doa-doa di atas dapat membantu kita yang sedang dalam kesulitan hutang. Ingatlah bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala kesulitan hamba-Nya. Tetaplah berikhtiar dan bertawakkal kepada-Nya.

Doa yang Bisa dibaca Sesudah Tasyahud Akhir Sebelum Salam.

Pertama:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Apa bila salah seorang diantara kamu bertasyahud hendaklah dia meminta perlindungan dari Allah Ta'ala dari empat hal, dengan mengatakan:

اللَّهُــمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Artinya: “Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”(HR. Bukhari: 1/463 Hadits no.1311* dan Muslim: 1/412 Hadits no.588**. Lafadz hadits ini dalam riwayat Muslim). 

Kedua:            

Diriwayatkan dari Sayidah Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sering berdo'a dalam sholat dengan doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Artinya: "Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang”.

Kemudian ada salah seorang sahabat berkata kepada Rasulullah: Alangkah seringnya Engkau memohon perlindungan kepada Allah Ta'ala dari hutang wahai Rasulullah, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjawab: Seseorang itu kalau jatuh kedalam hutang (dan tidak mampu untuk membayarnya) jika berkata dia akan bohong, dan jika berjanji akan ingkar janji (kepada orang yang menagih hutang kepadanya) , (HR. Bukhari: 1/286 Hadits no.798 dan dan Muslim: 1/412 Hadits no.589).


Ketiga:

Diriwayatkan dari Abu Bakar RA, bahwa dia berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam: ajarkan aku doa yang bisa aku baca didalam sholatku wahai Rasulullah, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنوبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الغَفورُ الرَّحيمُ

Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (HR. Bukhari: 1/287 Hadits no.799 dan Muslim: 4/2078 Hadits no.2705). 

Keempat:

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib RA, dia berkata: termasuk dari doa-doa yang terakhir dibaca oleh Rasullullah Shallallahu alaihi wasallam antara tasyahud dan salam adalah doa berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: "Ya Allah! Ampunilah aku akan (dosaku) yang aku lewatkan dan yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan dan yang kutampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada diriku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau”. (HR. Muslim: 1/534 Hadits no.771). 

Kelima:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبادَتِكَ

Artinya: “Ya Allah! Bimbinglah daku untuk menyebut nama-Mu, mensyukuri-Mu dan ibadah yang baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud: 2/630 Hadits no.1522***). 

Keenam:           

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.” (HR. Bukhari 5/2342 Hadits no.6009).   

Ketujuh:          

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka.” (HR. Abu Dawud 2/292 Hadits no.792).   

Kedelapan:        

Diriwayatkan dari Mihjan bin Al-Adra' bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam masuk kedalam mesjid, dan mendapati seorang sahabat yang hampir selesai melaksanakan sholat dan dalam keadaan duduk tasyahud, dan membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يولَدْ، وَلَمْ يَكنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِّيمُ

Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, ya Allah! Dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal tidak membutuhkan sesuatu, tapi segala sesuatu butuh kepada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada seorang pun yang menyamai-Mu, aku mohon kepada-Mu agar mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”
Mihjan bin Al-Adra berkata: Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata sebanyak tiga kali: "Sungguh telah diampuni dosa-dosanya".  (HR. An-Nasai 3/52 Hadits no.1301, dan Ahmad: 31/310 Hadits no.18974).  


_________________________________

Shohih Al-Bukhory, Tahqiq: Dr. Musthofa Diibul Bugho, Cet. Dar Ibnu Katsir - Dar Yamamah, Dimasyq. Cet: Kelima, 1414H-1993M.
** Shohih Muslim, Tahqiq: Muhammad Fuad Abdul Baaqy, Cet. Dar Ihya at-Turats al-Araby, Beirut, 1955M. 
*** Sunan Abi Daud, Tahqiq: Syuaib Al-Arnauth, Cet, Dar Ar-Risalah Al-Alamiyah, 1430H-2009M.

Astaghfirullaha wa Atuubu Ilaih أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ 

Teman-teman zawiyah fiqih dimanapun berada semoga selalu berada dalam naungan lindungan Allah Ta'ala, Allahumma Aamiin. 

Setiap manusia tidak pernah luput dari yang namanya salah, khilaf dan dosa. Dan yang paling baik dari orang yang melakukan kesalahan adalah yang sering bertaubat kepada Allah Ta'ala. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dari Rosulullah shallallahu alaihi wasallam:

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الخَطَّائِينَ التَوَّابُوْنَ».

Artinya: "Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rosulullah shollallahu alaihi  wasallam bersabda: Setiap Anak keturun Adam sering melakukan kesalahan, dan yang paling baik dari yang sering melakukan kesalahan itu adalah yang sering bertaubat". (HR. At-Tirmidzy, Ibnu Majah, Ad-Darimy, dan Ahmad).

Mulai dari bangun tidur hari ini sampai sekarang, sudah berapa kalikah kita mengucapkan kalimat taubat: Astaghfirullaha wa Atuubu Ilaih ?.


Teman-teman Zawiyah Fiqih Rahimakummullah:

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam adalah pribadi yang ma'shuum (terpelihara dari kesalahan), walau demikian hal tersebut tidak lantas membuat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melupakan istighfar dan taubat, malah sebaliknya hal itu justru membuat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lebih sering untuk beristighfar dan bertaubat kepada Allah Ta'ala. 

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, pemimpin anak manusia, menggucapkan Astaghfirullaha wa Atuubu Ilaih lebih dari 70 kali dalam sehari.

عن أَبُي هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً »

Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertobat kepada-Nya, lebih banyak dari 70 kali dalam sehari”. (HR. Bukhari).

Lalu bagaimanakah dengan kita, umat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yang tidak memiliki sifat ma'shuum (terpelihara dari kesalahan), sering melakukan kesalahan dan kekhilafan, ibadah belum sempurna, amal sholeh masih kurang,  belum ada jaminan masuk surga, bukankah kita harus lebih banyak bersitighfar dan bertaubat daripada beliau ?.

Astaghfirullaha wa Atubu Ilaih, sampai detik ini, berapa kali kita merasakan kegalauan dan  keresahan? lalu berapa kali juga kita sudah mengucapkan kalimat istighfar dan taubat ini?

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika merasa sesuatu menutupi hatinya, atau merasa hatinya terhalang (dari melaksanakan zikir yang sudah rutin dilakukan), beliau beristighfar sebanyak 100 kali dalam sehari.


عَنِ الأَغَرِّ الْمُزَنِىِّ - وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِى وَإِنِّى لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ ».

Artinya: “Dari Al-Agharr Al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, sahabat nabi, berliau meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hatiku benar-benar terhalang (tertutupi) dan sungguh aku benar-benar beristighfar kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali”.  (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang hatinya selalu terjaga, terpelihara dan mendapat petunjuk, jika merasa ada sesuatu yang menghalangi dan menutupi hatinya, beliau selalu beristighfar dalam sehari sebanyak 100 kali, Lalu bagaimanakah dengan kita, yang hatinya tidak selalu terjaga dan tidak selalu mendapat petunjuk, bukankah kita harus lebih banyak beristighfar?

Astaghfirullaha wa Atubu Ilaih, sampai sekarang sudah berapa kali Anda mengucapkannya?

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sudah dijamin ampunan oleh Allah Ta'ala, beliau beristighfar memohon ampunan dan bertaubat dalam satu majelis sebanyak 100 kali.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ « رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ».


Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Sungguh kami pernah benar-benar menghitung untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam satu majelis sebanyak 100 kali, beliau mengucapkan: Rabbighfir lii wa tub ‘alayya, innaka antattawwaburrahim. (Ya Tuhanku ampunilah dosa-dosa ku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan maha penyayang)”. (HR. Abu Daud).

Oleh karena itu sebagai umat beliau hendaklah kita harus lebih banyak lagi bertighfar, karena kita sama sekali tidak ada jaminan ampunan dosa, yang ada dosanya selalu bertambah.

Coba teman-teman perhatikan penjelasan yang sangat bermanfaat dari Syeik Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Majmu' Fatawa berikut ini:


وَقَالَ شَيْخُ الْإِسْلَامِ تَقِيُّ الدِّينِ أَحْمَد ابْنُ تَيْمِيَّة - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى - :
فَالْعَبْدُ دَائِمًا بَيْنَ نِعْمَةٍ مِنْ اللَّهِ يَحْتَاجُ فِيهَا إلَى شُكْرٍ وَذَنْبٍ مِنْهُ يَحْتَاجُ فِيهِ إلَى الِاسْتِغْفَارِ وَكُلٌّ مِنْ هَذَيْنِ مِنْ الْأُمُورِ اللَّازِمَةِ لِلْعَبْدِ دَائِمًا فَإِنَّهُ لَا يَزَالُ يَتَقَلَّبُ فِي نِعَمِ اللَّهِ وَآلَائِهِ وَلَا يَزَالُ مُحْتَاجًا إلَى التَّوْبَةِ وَالِاسْتِغْفَارِ . وَلِهَذَا كَانَ سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ وَإِمَامُ الْمُتَّقِينَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَغْفِرُ فِي جَمِيعِ الْأَحْوَالِ.


Artinya: Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Seorang hamba selalu berada di antara nikmat dari Allah yang perlu dia syukuri dan dosa darinya yang dia perlu  untuk meminta pengampunan. Dan dua hal ini adalah hal-hal yang selalu menyertai seorang hamba, karena dia selalu berpindah-pindah (berada) dalam nikmat dan karunia Allah, dan dia senantiasa memerlukan taubat dan pengampunan. Oleh karena itu, pemimpin umat manusia dan imam orang-orang bertakwa, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, selalu meminta pengampunan (beristighfar) dalam segala keadaan." (Majmu' Fatawa, 10/88).

Semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah Ta'ala untuk menjadi pribadi yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas iman, ibadah dan muamalah kita, dan juga semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita dari segala bentuk kesalahan dan kekhilafan. dan semoga Allah Ta'ala memudahkan kita untuk menjadi bagian dari orang-orang yang selalu bertaubat dan memohon ampunan dari Allah Ta'ala. Aamiin ya Allah, Aamiin ya Rahmam, Amiin ya Rahiim, Aamiin ya Mujiibas saailiin, Aamiin Allahumma Aamiin.

Wallahu a’lam bisshawaab.
Doa Jika Berbuka ditempat Orang Lain

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendo’akanmu.”. 

Doa ini berdasarkan hadits:

عن أنس: أن النبيَّ - صلَّى الله عليه وسلم - جاءَ إلى سعدِ بن عُبَادَةَ، فجاءَ بخُبْزٍ وزَيْتٍ، فاكَلَ، ثم قال النبي - صلَّى الله عليه وسلم : «أفْطَرَ عندَكُمُ الصَّائمونَ، وأَكَلَ طَعامَكُم الأبْرَارُ، وصَلَّتْ عَلَيكُم المَلائِكة»

Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi SAW datang ketempat Sa'ad bin Ubadah, maka sa'ad menyuguhkan roti dan minyak kemudian Nabi SAW memakannya, kemudian berkata: “Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendo’akanmu.” (HR. Abu Daud) Hadits ini dinyatakan shahih oleh Syeikh Arnauth[1]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، قَالَ: أَفْطَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ، فَقَالَ: «أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ»

Dari Abdullah bin Zubair, dia berkata: Rasulullah SAW berbuka ditempat Sa'ad bin Mu'adz, kemudian mengucapkan doa: “Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik memakan makananmu, serta malaikat mendo’akanmu.” (Ibnu Majah no: 1747 )[2]

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita adab-adab yang indah dan akhlaq-akhlaq mulia yang menambah kedekatan hubungan kita dengan saudara kita sesama muslim, serta menambah persatuan dan rasa kasih sayang sesama kita.


Dalam hadits diatas Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwatkan bahwa Rasulullah SAW makan ditempat Sa'ad bin Ubadah yang merupakan seorang shahabat yang mulia, nama lengkapnya: Sa'ad bin Ubadah bin Dulaim Al-Anshori, pemuka kaum khazraj, dan salah satu yang hadir di Bai'atul Aqobah, dia menghadiri bai'at aqobah bersama tujuh puluh orang dari kaum anshar. 

Setelah Rasulullah SAW selesai makan rasulullah SAW berkata: (Semoga makananmu dimakan oleh orang-orang baik) ini adalah doa untuk nya semoga selalu bersahabat dengan orang-orang sholeh, karena sahabat-sahabat yang sholeh akan menjadi penolong dalam ketatan dan ibadah,itu akan mendatangkan kemenangan dan kesuksesan baginya, karena siapa yang makanannya dimakan oleh orang-orang yang baik, maka dia akan mendapatkan pahala memberi makan dengan sempurna, disebabkan oleh orang yang memakannya adalah orang-orang baik.

Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan: (Semoga Malaikat Mendoakanmu) maksudnya: semoga malaikat memohonkan ampunan bagimu disisi Allah SWT, dan siapa yang didoakan oleh malaikat sungguh telah mendapatkan keberuntungan, karena doa dari malaikat baginya supaya mendapatkan rahmat adalah doa yang maqbul disisi Alllah SWT, ini adalah bentuk syukur dan terima kasih kepada pemilik makanan. 

Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan: (Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu), maknanya ini adalah doa kebaikan dan keberkahan, karena memberi makan orang yang berbuka puasa menunjukkan kelapangan rezki dan banyaknya kebaikan, dan itu juga doa baginya semoga mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa, karena siapa yang orang-orang berpuasa berbuka ditempatnya maka dia berhak mendapatkan pahala yang telah dijanjikan oleh ALlah SWT bagi orng yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa.

Dalam hadits ini Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk mendoakan orang yang memberinya makan dan minuman, dan ini adalah diantara adab-adab bertamu.

_______________

Referensi:

[1]. Sunan Abi Daud, Tahqiq Syeikh Arnauth, Dar Arrisalah Alalamiyah, Cet pertama, Tahun 1430 H - 2009 M, Jilid: 5, Hal: 661
[2]. Sunan Ibnu Majah, Tahqiq Fuad Abdul Baqi, Dar Ihyaul Kutub Alarabiyah, Jilid: 1, Hal: 556.


Doa Iftitah: Seri Kedua, Ada beberapa riwayat tentang bacaan doa iftitah dari Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah kita sebutkan pada Doa Iftitah Seri Pertama, pada tulisan kali ini kita akan paparkan doa iftitah seri kedua.

Doa iftitah Seri Kedua adalah sebagai berikut:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرَاً، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثيراً، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً (رواه مسلم)

Alloohu akbar kabiiroo wal hamdu lillaahi katsiirow wa subhaanalloohi bukrotaw wa ashiilaa.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang." (HR. Muslim)

Doa iftitah ini berdasarkan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shohih Muslim:

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال بينما نحن نصلي مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إذ قال رجل في القوم : الله أكبر كبيراً والحمد لله كثيراً وسبحان الله بكرة وأصيلاً . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من القائل كلمة كذا وكذا ؟ قال رجل من القوم : أنا يا رسول الله . قال : عجبت لها فتحت لها أبواب السماء . قال ابن عمر : فما تركتهن منذ سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ذلك. (رواه مسلم)

Terjemahannya: 

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA dia berkata: Ketika kami sedang sholat bersama Nabi SAW, tiba-tiba seorang laki-laki mengucapkan: MAHA BESAR ALLAH SEBESAR-BESARNYA, DAN SEGALA PUJI BAGI ALLAH SEBANYAK-BANYAK NYA, DAN MAHA SUCI ALLAH DIWAKTU PAGI DAN PETANGLalu Rasulullah SAW bertanya: siapa yang mengucapkan kata-kata (doa) tadi? Seorang laki-laki menjawab: saya wahai Rasulullah. Rasulullah SAW berkata: saya takjub dengan doa ini, doa ini membuat pintu-pintu langit terbuka. Ibnu Umar R.A berkata: semenjak saya mendengar Rasulullah SAW mengatakan hal tersebut, saya tidak pernah meninggalkan doa ini. (HR. Muslim)


اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرَاً

ALLOOHU AKBAR KABIIROO
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثيراً

WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIROO
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak

وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

WA SUBHAANALLOOHI BUKROTAW WA ASHIILAA
Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang


Doa iftitah adalah doa yang dibaca dalam shalat pada rakaat pertama setelah Takbiratul Ihram sebelum membaca surat Al-Fatihah, Doa ini dibaca dengan pelan baik oleh imam dan makmum dalam sholat berjamaah atau sholat sendirian.

Hukum membaca doa iftitah dalam sholat itu sendiri adalah sunnah, maka jika seorang muslim meninggalkannya dalam sholat, sholatnya tetap sah dan tidak batal. Maka, jika kamu merasa pernah lupa membaca doa iftitah dalam sholat, kamu tidak perlu khawatir tentang sah tidaknya sholat yang kamu lakukan. Sholat yang kamu lakukan tetap sah, tapi kamu tidak mendapatkan pahala sunnah dari bacaan doa iftitah.
Serial Doa Iftitah: Seri Pertama

Doa iftitah adalah doa yang dibaca dalam shalat pada rakaat pertama setelah Takbiratul Ihram sebelum membaca surat Al-Fatihah, Doa ini dibaca dengan pelan baik oleh imam dan makmum dalam sholat berjamaah atau sholat sendirian.

Hukum membaca doa iftitah dalam sholat itu sendiri adalah sunnah, maka jika seorang muslim meninggalkannya dalam sholat, sholatnya tetap sah dan tidak batal. Maka, jika kamu merasa pernah lupa membaca doa iftitah dalam sholat, kamu tidak perlu khawatir tentang sah tidaknya sholat yang kamu lakukan. Sholat yang kamu lakukan tetap sah, tapi kamu tidak mendapatkan pahala sunnah dari bacaan doa iftitah.

Ada beberapa riwayat dari Rasulullah SAW tentang bacaan doa ifititah, diantaranya doa berikut ini:

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ (رواه البخاري)

Allaahumma Baa’id Bainii Wa Baina Khothooyaaya, Kamaa Baa’adta Bainal Masyriqi Wal Maghrib, Allaahumma Naqqinii Min Khothooyaaya, Kamaa Yunaqqots Taubul Abyadhu Minad Danas, Allaahummaghsilnii Min Khothooyaaya, Bil Maa-i Wats Tsalji Wal Barod.

Terjemahannya:

"Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, Sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat, Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, Sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat, Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, Sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran, Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku, dengan air, salju dan embun." (HR. Bukhori)



اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ

ALLAAHUMMA BAA’ID BAINII WA BAINA KHOTHOOYAAYA
Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku

كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB
Sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat

اللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ

ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHOTHOOYAAYA
Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku

كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

KAMAA YUNAQQOTS TAUBUL ABYADHU MINAD DANAS
Sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran

اللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ

ALLAAHUMMAGHSILNII MIN KHOTHOOYAAYA
Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku

بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

BIL MAA-I WATS TSALJI WAL BAROD
Dengan air, salju dan embun
Doa Sholat Istikharah - Sholat istikharah adalah sholat sunnah dalam meminta kemudahan dan petunjuk apabila seorang hamba dihadapkan pada dilema dan kebimbangan akan suatu pilihan yang sulit. Pilihan tersebut dapat berupa memilih jodoh, memilih pekerjaan, memilih tempat tinggal dan segala pilihan sulit yang memerlukan solusi.

Sungguh tidak akan menyesal orang-orang yang minta petunjuk kepada Allah Sang Pencipta, meminta pendapat dari hamba-hamba yang beriman, dan sangat berhati-hati dalam urusan nya, Sungguh Allah SWT telah berfirman dalam surat ali imran:

وَشاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ (سورة آل عمران: 159)

Terjemahannya:

"Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah." (Surat Ali Imran: 159).

Dalam sebuah hadits yang diriwatkan oleh Jabir bin Abdillah terdapat penjelasan dari Rasulullah SAW bagaimana cara melakukan istikharah itu dan apa doa yang dibaca ketika melakukannya. Haditsnya sebgai berikut:

قالَ جَابرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: كَانَ رسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يُعَلِّمُنَا الْاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ، يَقُولُ: ((إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ، ثُمَّ لْيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ؛ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأمْرَ - وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ - خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ)). (رواه البخاري)

Terjemahannya:

Jabir bin Abdillah Radhiyallah 'Anhuma telah berkata: Rasulullah SAW mengajarkan kami Istikharah dalam segala urusan sebagaimana Rasulullah mengajarkan kami Alquran, Rasulullah SAW Bersabda: apabila salah seorang diantara kalian bermaksud melakukan sesuatu urusan maka hendaklah dia sholat sunat dua rakaat, kemudian hendaklah dia mengucapkan:

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepadaMu dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan (sebutkan Pilihan yang dihadapi) ini adalah yang terbaik bagiku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir perkaraku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir perkaraku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya." (HR Bukhari).


Kuy hafalkan doanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu

وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ
aku meminta kepadaMu dengan kodrat-Mu

وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ
dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung

فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ
karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa

وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ
Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu 

وَأَنْتَ عَلاَّمُ الغُيُوبِ
dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأمْرَ خَيْرٌ لِي
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah yang terbaik bagiku

فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي
dalam agamaku, dan kehidupanku, dan akhir perkaraku

فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي 
maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku

ثمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ
kemudian berkahilah aku dalam urusan ini

وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku

فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي
dalam agamaku, dan kehidupanku, dan akhir perkaraku

 فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ
maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini

وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ
dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun

ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ
kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya

Semoga tulisan tentang doa sholat istikharah ini bermanfaat buat kita semua,  Allahumma Aamiin. 
Salam Zawiyah Fiqih