Mei 2026

Belajar Bahasa Arab Dari Dasar

Seri 11: Mengenal Fi'il Madhi (Kata Kerja Lampau)

Setelah menguasai kata benda, saatnya kita belajar membuat kalimat yang lebih hidup dengan Fi'il (Kata Kerja). Dalam bahasa Arab, kata kerja berubah bentuk tergantung waktu kejadiannya. Kita mulai dengan yang paling dasar: Fi'il Madhi.

Apa itu Fi'il Madhi?

Fi'il Madhi (ุงู„ูِุนْู„ُ ุงู„ู…َุงุถِูŠ) adalah kata kerja yang menunjukkan suatu perbuatan yang telah terjadi di masa lampau (sudah dilakukan).

Ciri dasarnya biasanya terdiri dari 3 huruf asli dan berakhiran harakat Fathah ketika subjeknya adalah "Dia (Laki-laki)".

Daftar Fi'il Madhi Dasar

Bahasa Arab Cara Baca Arti (Telah...)
ูƒَุชَุจَ Kataba Menulis
ู‚َุฑَุฃَ Qara-a Membaca
ุฌَู„َุณَ Jalasa Duduk
ุฏَุฎَู„َ Dakhala Masuk
ุฎَุฑَุฌَ Kharaja Keluar

๐Ÿ’ก Penting untuk Diingat!

Bentuk kata kerja di atas adalah bentuk asli untuk dhomir "Huwa" (Dia laki-laki). Jika subjeknya berubah (misal: "Saya" atau "Kamu"), maka akhiran kata kerjanya juga akan berubah.

Perubahan ini akan kita bahas tuntas di Seri 12 nanti!

Coba hafalkan: Pilih 3 kata kerja di atas dan tuliskan artinya di buku catatan Anda. Semakin banyak kosa kata kerja yang Anda tahu, semakin mudah Anda bercerita!

Kategori: Kata Kerja Arab | Hashtags: #FiilMadhi #BelajarBahasaArab #TatabahasaDasar #KosaKataKerja

Belajar Bahasa Arab Dari Dasar

Seri 10: Menggunakan Kata Sifat (Na'at)

Alhamdulillah, kita telah sampai di seri ke-10! Sekarang kita akan belajar cara mensifati sebuah benda. Dalam bahasa Arab, kata sifat disebut Na'at. Aturan utamanya sangat unik: kata sifat harus selalu "mengekor" atau mengikuti jenis kelamin benda yang disifatinya.

1. Rumus Kata Sifat

Berbeda dengan bahasa Inggris (Big book), dalam bahasa Arab benda disebutkan terlebih dahulu baru kemudian sifatnya (sama seperti bahasa Indonesia: Buku besar).

Aturan Emas: Jika bendanya Muannats (ada Ta Marbuthah), maka sifatnya juga harus Muannats.

2. Contoh Mudzakkar vs Muannats

Kategori Bahasa Arab Arti
Mudzakkar ูƒِุชَุงุจٌ ูƒَุจِูŠْุฑٌ Kitaabun Kabiirun
(Buku yang besar)
Muannats ู…َุฏْุฑَุณَุฉٌ ูƒَุจِูŠْุฑَุฉٌ Madrasatun Kabiiratun
(Sekolah yang besar)

Kosa Kata Sifat (Lawan Kata)

Kabiirun (ูƒَุจِูŠْุฑٌ) = Besar

Shaghiirun (ุตَุบِูŠْุฑٌ) = Kecil
Jadiidun (ุฌَุฏِูŠْุฏٌ) = Baru

Qadiimun (ู‚َุฏِูŠْู…ٌ) = Lama
Jamiilun (ุฌَู…ِูŠْู„ٌ) = Indah

Qabiihun (ู‚َุจِูŠْุญٌ) = Buruk
Nazhiifun (ู†َุธِูŠْูٌ) = Bersih

Wasikhun (ูˆَุณِุฎٌ) = Kotor

๐Ÿ’ช Tantangan Seri 10

Bagaimana bahasa Arabnya "Pena yang baru"?

Ingat: Pena adalah Qalamun (Mudzakkar) dan baru adalah Jadiidun.

Tulis jawabanmu di kolom komentar!

Kategori: Tata Bahasa Arab | Hashtags: #NaatManut #KataSifatArab #BelajarBahasaArab #BloggerEdukasi

Belajar Bahasa Arab Dari Dasar

Seri 09: Bertanya dengan Maa (Apa) dan Man (Siapa)

Alhamdulillah, kita sudah bisa menunjuk benda (Seri 08). Sekarang, mari kita belajar cara bertanya! Dalam bahasa Arab, ada perbedaan kata tanya untuk benda mati (tidak berakal) dan makhluk hidup (berakal seperti manusia). Mari kita pelajari perbedaannya.

1. Maa ( ู…َุง ) - Digunakan untuk Benda

Kata tanya Maa digunakan untuk menanyakan sesuatu yang tidak berakal (benda, hewan, tumbuhan).

Maa haadza? (ู…َุง ู‡ٰุฐَุง؟) = Apa ini?

๐Ÿ’ก Haadza Qalamun (ู‡ٰุฐَุง ู‚َู„َู…ٌ) = Ini pena.

2. Man ( ู…َู†ْ ) - Digunakan untuk Manusia

Kata tanya Man digunakan khusus untuk menanyakan makhluk yang berakal (manusia).

Man haadza? (ู…َู†ْ ู‡ٰุฐَุง؟) = Siapa ini?

๐Ÿ’ก Haadza Ustadzun (ู‡ٰุฐَุง ุฃُุณْุชَุงุฐٌ) = Ini seorang guru.

Ringkasan Perbedaan

Kata Tanya Arti Penggunaan
ู…َุง Maa (Apa) Benda / Tidak Berakal
ู…َู†ْ Man (Siapa) Orang / Berakal

✍️ Latihan Yuk!

Bagaimana cara menanyakan "Siapa itu (laki-laki)?" dalam bahasa Arab?

Petunjuk: Gunakan kata Man dan kata tunjuk Dzaalika (Itu). Tulis jawabanmu di komentar!

Kategori: Percakapan Arab | Hashtags: #BahasaArab #KataTanyaArab #BelajarMuhadatsah #BelajarIslam

Belajar Bahasa Arab Dari Dasar

Seri 08: Mengenal Isim Isyarah (Kata Tunjuk)

Setelah mengenal jenis kelamin kata benda (Mudzakkar & Muannats), sekarang kita akan belajar cara menunjuk benda tersebut. Dalam bahasa Arab, kata tunjuk "Ini" dan "Itu" harus disesuaikan dengan jenis benda yang ditunjuk. Yuk, kita pelajari rumusnya!

1. Kata Tunjuk Dekat (Ini)

Untuk menunjuk benda yang dekat, kita menggunakan kata berikut:

ู‡ٰุฐَุง Haadza
(Ini - Mudzakkar)
ู‡ٰุฐِู‡ِ Haadzihi
(Ini - Muannats)

2. Kata Tunjuk Jauh (Itu)

Untuk menunjuk benda yang jauh, kita menggunakan kata berikut:

ุฐٰู„ِูƒَ Dzaalika
(Itu - Mudzakkar)
ุชِู„ْูƒَ Tilka
(Itu - Muannats)

๐Ÿ“ Contoh Penerapan Kalimat

Mari kita gabungkan dengan kosa kata dari seri sebelumnya:

  • Haadza Qalamun (ู‡ٰุฐَุง ู‚َู„َู…ٌ) = Ini pena.
  • Haadzihi Misthoratun (ู‡ٰุฐِู‡ِ ู…ِุณْุทَุฑَุฉٌ) = Ini penggaris.
  • Dzaalika Kitaabun (ุฐٰู„ِูƒَ ูƒِุชَุงุจٌ) = Itu buku.
  • Tilka Madrasatun (ุชِู„ْูƒَ ู…َุฏْุฑَุณَุฉٌ) = Itu sekolah.

Tantangan: Jika Anda ingin menunjuk "Kursi" (Kursiyyun) yang berada jauh di sana, manakah yang benar: Dzaalika atau Tilka? Jawab di kolom komentar ya!

Kategori: Tata Bahasa Arab | Hashtags: #IsimIsyarah #BahasaArabIndonesia #BelajarArabMudah #TatabahasaDasar